Jumat, 23 November 2012

TUGAS BASASIN


KETERAMPILAN BERBAHASA
Untuk memenuhi tugas mandiri
Mata Kuliah    : Bahasa Indonesia
Dosen pengampu : Indrya Mulyaningsih, M.Pd
NIP : 19760902 2011012009


Disusun Oleh :
Nunung Nurhasanah
(14121130159)
PAI C / Tarbiyah / Semester 1
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SYEKH NURJATI CIREBON
2012

PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Keterampilan berbahasa Indonesia diberikan, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa Indonesia mencakup: Keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan keterampilan membaca. Penyajian materi ini di latar belakangi oleh suatu kenyataan bahwa keterampilan berbahasa sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Mari perhatikan kehidupan masyarakat. Anggota-anggota masyarakat saling berhubungan dengan cara berkomunikasi. Komunikasi dapat berupa komunikasi satu arah, dua arah, dan multi arah. Komunikasi satu arah terjadi ketika seseorang mengirim pesan kepada orang lain, sedangkan penerima pesan tidak menanggapi isi pesan tersebut. Misalnya, khotbah jumat dan berita di TV atau radio. Komunikasi dua arah terjadi ketika pemberi pesan dan penerima pesan saling menanggapi isi pesan.
Aspek-aspek Keterampilan berbahasa
Sehubungan dengan penggunaan bahasa, terdapat empat keterampilan dasar berbahasa yaitu, menyimak, berbicara, menulis, dan membaca. Keempat keterampilan tersebut saling terkait antara yang satu dengan yang lain.
Berikut ini adalah macam-macam hubungan kebahasaan:
1.      Hubungan Menyimak dengan Berbicara
Menyimak dan berbicara merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang langsung. Menyimak bersifat reseptif, sedangkan berbicara bersifat produktif.



2.      Hubungan Menyimak dan Membaca
Menyimak dan membaca sama-sama merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif. Menyimak berkaitan dengan penggunaan bahasa ragam lisan, sedangkan membaca merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis.
3.      Hubungan Membaca dan Berbicara
Sejumlah proyek penelitian telah memperlihatkan adanya hubungan yang erat diantara perkembangan kecakapan bahwa kemampuan umum bahasa lisan turut mengikuti suatu latar belakang pengalaman yang menguntungkan serta keterampilan-keterampilan bagi pengajaran membaca. Kemampuan-kemampuan ini mencakup ujaran yang jelas dan lancar, kosa kata yang luas dan beraneka-ragam,  pembeda-bedaan pendengaran yang tepat, dan kemampuan mengikuti perkembangan urutan suatu cerita atau menghubungkan suatu kejadian dalam urutan yang wajar.
4.      Hubungan Membaca dan Menulis
Membaca dan menulis merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis. Menulis adalah kegiatan berbahasa yang bersifat produktif, sedangkan membaca adalah kegiatan yang bersifat reseptif. Seorang penulis menyampaikan gagasan, perasaan, atau informasi dalam bentuk tulisan. Sebaliknya seorang pembaca mencoba memahami gagasan, perasaan atau informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan tersebut.
B.       RUMUSAN MASALAH
1)        Bagaimana cara mengetahui dan mempraktikan teknik membaca cepat dengan mendapat pemahaman sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
2)        Bagaimana cara mengetahui dan mempraktikan teknik menyimak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
3)        Bagaimana cara mengetahui dan mempraktikan teknik berbicara sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
4)        Bagaimana cara mengetahui dan mempraktikan teknik menulis sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

C.      TUJUAN KETERAMPILAN BERBAHASA
Tidak lain adalah untuk memenuhi tugas terstruktur pada mata kuliah Bahasa Indonesia dan juga untuk menambah wawasan agar kita bisa terampil dalam berbahasa dan berkarya.
D.    JENIS-JENIS KETERAMPILAN BERBAHASA
Sehubungan dengan penggunaan bahasa, terdapat empat keterampilan dasar bahasa, yaitu membaca, menyimak, berbicara dan menulis.

PEMBAHASAN

Jenis-jenis Keterampilan Berbahasa:
1)      Keterampilan Membaca
a.      Pengertian Membaca
Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis.
b.      Tujuan membaca
Tujuan utama membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan. Secara umum membaca mempunyai tujuan sebagai berikut:
1.      Mendapatkan Informasi
2.      Memperoleh pemahaman
3.      Memperoleh kesenangan
Sedangkan secara Khusus tujuan membaca adalah:
1.      Memperoleh informasi yang faktual
2.      Memperoleh keterangan tentang sesuatu yang khusus dan problematik
3.      Memberikan penilaian kritis terhadap karya tulis seseorang
4.      Memperoleh kenikmatan emosi, dan
5.      Mengisi waktu luang
c.       Aspek-aspek Membaca
Sebagai garis besarnya, terdapat dua aspek penting dalam membaca, yaitu:
a.       Keterampilan yang bersifat mekanis (mechanical skills) yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih rendah (lower order).
Aspek ini mencakup:
a)      Pengenalan bentuk huruf;
b)      Pengenalan unsur-unsur linguistik (fonem/grafem, kata, frase pola klausa, kalimat, dan lain-lain);
c)      Pengenalan hubungankorespondensi pola ejaan dan bunyi (kemampuan menyuarakan bahan tertulis atau “to bark at print”);
d)     Kecepatan membaca ke taraf lambat.
b.      Keterampilan yang bersifat pemahaman (comprehension skills) yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih tinggi (higher order). Aspek ini mencakup:
a)      Memahami pengertian sederhana (leksikal, gramatikal, retorikal);
b)      Memahami signifikansi atau makna (a.l maksud dan tujuan pengarang, relevansi/keadaan kebudayaan, dan reaksi pembaca);
c)      Evaluasi atau penilaian (isi, bentuk);
d)     Kecepatan membaca yang fleksibel, yang mudah disesuaikan dengan keadaan.

d.      Permasalahan dan Solusi dalam Keterampilan Membaca
1.      Malas
a)      Memotivasi diri anda agar tidak terjadi hal seperti ini
b)      Membuat agenda membaca agar terjadwal
2.      Mengantuk
a)      Sebaiknya tidur terlebih dahulu sebelum membaca, agar rasa kantuk itu tidak datang
b)      Meminum kopi agar rasa kantuk itu bisa tercegah.
3.      Konsentrasi
a)      Meminum kopi, disamping untuk mencegah rasa kantuk, kafein yang terkandung dalam kopi juga dapat meningkatkan konsentrasi membaca kita
b)      Mendengarkan instrument musik
c)      Menghindari keramaian ketika mulai membaca
d)     Mengatur posisi duduk senyaman mungkin
e)      Istirahat sejenak jika sudah merasa lelah
f)       Lupakan sejenak masalah asmara.
4.      Pusing
a)      Mengistirahatkan otak agar tidak terjadi hal seperti ini
b)      Meminum kopi, manfaat kafein juga mampu menghilangkan rasa pusing.
5.      Sakit Mata
a)      Memeriksakan ke dokter
b)      Apabila ada gangguan mata seperti minus maka memakai lensa atau kaca mata
c)      Senam mata agar mata lebih segar kembali
6.      Lapar                  
a)      Makan terlebih dahulu sebelum melakukan aktifitas membaca.
7.      Jenuh
a)      Memilih tempat yang kondusif
b)      Berpindah tempat ketika sudah mulai jenuh.
8.      Sakit Hati
a)      Melupakan sejenak masalah asmara.

2)      Keterampilan menyimak
a.      Pengertian Menyimak
Menyimak adalah proses mendengarkan dengan penuh perhatian. Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta intrepretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.
b.      Tujuan Menyimak
Tujuan utama dari menyimak adalah menangkap, memahami, dan menghayati pesan, ide, gagasan yang tersirat dalam bahasa simakan.
Tujuan khusus menyimak adalah:
1.      Belajar
2.      Menikmati
3.      Mengevaluasi
4.      Mengapresiasi
5.      Meyakinkan
6.      Mencari solusi
c.       Permasalah dan Solusi dalam Keterampilan Menyimak
1)      – Pemahaman
a.       Memperhatikan pemateri dalam penyampaiannya
b.      Fokus dalam mengambil (mendengarkan topik inti atau pendengar mencari maksud dan tujuan pembicara atau pemateri)
c.       Memperhatikan gaya ujaran pemateri atau pembicara
d.      Menanyakan apa yang kurang dipahami.
2)      –Konsentrasi
a.       Memposisikan duduk anda senyaman mungkin
b.      Tidak mengaktifkan handphone anda ketika kegiatan menyimak berlangsung.
3)      –Kurangnya Motivasi
a.       Memotivasikan diri anda dengan sugesti anda kurang pengetahuan sehingga akan muncul rasa ingin tahu itu dengan kegiatan menyimak tersebut
4)      –Faktor Pembicara
a.       Tidak memandang pembicara dari penampilannya namun pandanglah pembicara dari hal keilmuannya.
5)      –Pendengaran
a.       Membersihkan telinga anda minimal satu minggu satu kali agar telinga tetap bersih dan tidak mengganggu fungsi pendengaran
b.      Jika telinga anda benar-benar kurang, maka segera periksakan ke dokter anda.
6)      –Situasi dan kondisi
a.       Mengkondisikan diri anda pada kondisi yang tenang agar kegiatan menyimak lancar
b.      Tidak terpengaruh pada gangguan lingkungan sekitar anda.
7)      –Sikap penyimak
a.       Menghargai pembicara yang sedang menyampaikan materi
b.      Tidak memandang pembicara dari penampilan saja.
8)      –Jenis menyimak
Menyimak terbagi menjadi 2 yaitu: ekstensif dan intensif
1.       Menyimak Ekstensif
Menyimak Ekstensif adalah sejenis kegiatan menyimak yang mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran, tidak perlu di bawah bimbingan langsung seorang guru. Jenis menyimak ini dapat digunakan bagi dua jenis tujuan yang berbeda:
a.       Untuk menangkap atau mengingat kembali bahan yang telah dikenal atau diketahui dalam suatu lingkungan baru dengan cara yang baru
b.      Dapat pula memberi kesempatan bagi para siswa mendengar dan menyimak butir-butir kosakata dan struktur-struktur yang masih asing atau baru baginya yang terdapat dalam arus ujaran yang berada di dalam jangkauan dan kapasitasnya untuk menanganinya.
Menyimak jenis ini diantaranya adalah sebagai berikut:
1)       Menyimak sosial/konvensional/sopan
Menyimak jenis ini biasanya berlangsung dalam situasi sosial. Menyimak social ini berlangsung dalam beberapa fase yakni menyimak social, sekunder dan estetik
Menyimak sosial ini juga mencakup dua hal:
1.      Menyimak secara sopan santun dan dengan penuh perhatian terhadap percakapan atau obrolan dalam situasi-situasi sosial dengan suatu maksud
2.      Menyimak serta memahami peranan-peranan pembicara dan penyimak dalam proses komunikasi tersebut. 
2)       Menyimak sekunder (secondary listening)
Menyimak sekunder adalah sejenis kegiatan menyimak secara kebetulan (casual listening) dan secara ektensif (extensive listening)
3)       Menyimak estetik (aesthetic listening) atau menyimak Apresiatif.
Menyimak estetik ini mencakup:
a.       Menyimak musik, puisi, pembacaan bersama atau drama, radio dan rekaman-rekaman.
b.      Menikmati cerita, puisi, teka-teki, gemerincing irama, dan lakon-lakon yang dibacakan atau diceritakan oleh guru, siswa maupun aktor.
4)       Menyimak pasif
Menyimak pasif adalah penyerapan suatu ujaran tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya-upaya kita pada saat belajar dengan kurang teliti, tergesa-gesa, menghafal luar kepala, berlatih santai, serta menguasai suatu bahasa.
2.      Menyimak Intensif
Menyimak intensif diarahkan pada suatu kegiatan yang jauh lebih diawas, dikontrol terhadap suatu hal tertentu. Dalam hal ini harus diadakan suatu pembagian penting sebagai berikut:
a.       Menyimak intensif ini terutama sekali dapat diarahkan pada butir-butir bahwa sebagai bagian dari program pengajaran bahasa atau
b.      Terutama sekali dapat diarahkan pada pemahaman serta pengertian umum.
Jenis-jenis menyimak yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah sebagai berikut:
1.       Menyimak kritis
Menyimak kritis adalah sejenis kegiatan menyimak yang berupaya untuk mencari keslahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang pembicara dengan alasan-alasan yang kuat yang dapat diterima oleh akal sehat.
Berikut ini 10 usaha menyimak kritis:
1)       Memperhatikan ketepatan bahasa ujaran
2)       Menentukan alasan-alasan mengapa
3)       Memahami makna petunjuk konteks
4)       Membedakan fakta dengan fantasi
5)       Menarik kesimpulan
6)       Membuat keputusan
7)       Menemukan pemecahan masalah
8)       Menentukan informasi baru
9)       Menginterpretasi ungkapan, idiom, istilah baru
10)   Bertindak objektif dan evaluatik.
Situai-situasi yang menuntut kita menyimak kritis:
a.        Pidato-pidato politis
b.       Pidato-pidato filosofis
c.        Kata-kata memikat dari tukang obral.
Berikut ini merupakan empat konsep menyimak kritis:
a.        Pembicara mendukung masalah yang dikemukakan
b.       Pembicara  Mendemontrasikan keyakinannya
c.        Pembicara  Berfikir secara deduktif.
2.       Menyimak konsentratif (a study type listening)
Kegiatan menyimak yang sejenis dengan telaah. Berikut ini adalah aneka kegiatan menyimak konsentratif.
a.        Mencari hubungan
b.       Mencari informasi
c.        Memperoleh pemahaman
d.       Manghayati ide-ide
e.        Memahami urutan ide-ide
f.        Mencatat fakta-fakta
g.       Mengikuti petunjuk.
3.       Menyimak kreatif (creative listening)
Menyimak kreatif adalah sejenis kegiatan dalam menyimak yang dapat mengakibatkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi, penglihatan, gerakan, serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan atau dirangsang oleh apa-apa yang disimaknya.
Kegiatan menyimak kreatif diantaranya:
a.        Mengasosiasikan makna-makna dengan pengalaman menyimak
b.       Merekonstruksi imaji-imaji visual sementara menyimak
c.        Mengadaptasikan imaji dengan pikiran imajinatif dalam karya
d.       Memecahkan masalah, memeriksa dan mengujinya.
4.       Menyimak eksplorasif
Menyimak eksplorasif adalah sejenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan menyelidiki sesuatu lebih terarah dan lebih sempit. Kegiatan menyimak eksplorasif ini meliputi:
1)      Menemukan hal baru
2)      Menemukan Informasi tambahan
3)      Menemukan isu menarik.
5.       Menyimak interogatif
Menyimak interogatif adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi, pemusatan perhatian dan pemilihan butir-butir dari ujaran sang pembicara karena sang penyimak akan mengajukan sebanyak pertanyaan.
Dalam kegiatan menyimak interogatif ini sang penyimak mempersempit serta mengarahkan perhatiannya pada pemerolehan informasi dengan cara menginterogasi atau menanyai sang pembicara.
6.       Menyimak selektif
Alasan mengapa kita harus menyimak secara selektif:
1)      Kita jarang sekali mendapat kesempatan untuk berpratisipasi secara sempurna dalam suatu kebudayaan asing dan oleh karena itu hidup kita yang berisi dan bersegi ganda itu turut mengganggu kapasitas kita untuk menyerap
2)      Kebiasaan-kebiasaan kita kini cenderung membuat kita menginterpretasikan kembali rangsangan-rangsangan akustik yang disampaikan oleh telinga kita ke otak kita dan karenanya kita memperoleh suatu impresi yang dinyatakan dengan tidak sebenarnya terhadap bahasa asing.
Ciri-ciri bahasa yang hendaknya disimak selektif:
a.          Nada suara
b.         Bunyi-bunyi asing
c.          Bunyi-bunyi yang bersamaan
d.         Kata dan frasa
e.          Bentuk-bentuk ketatabahasaan.

3)      Keterampilan berbicara
a.      Pengertian  berbicara
Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan pendapat atau pikiran dan perasaan kepada seseorang atau kelompok secara lisan, baik secara berhadapan ataupun dengan jarak jauh.
Keterampilan berbicara secara garis besar ada tiga jenis situasi berbicara, yaitu interaktif, semi aktif, dan non interaktif. Situasi-situasi berbicara interaktif, misalnya percakapan secara tatap muka dan berbicara lewat telepon yang memungkinkan adanya pergantuan anatara berbicara dan mendengarkan, dan juga memungkinkan kita meminta klarifikasi, pengulangan atau kiat dapat memintal lawan berbicara, memperlambat tempo bicara dari lawan bicara. Kemudian ada pula situasi berbicara yang semi aktif, misalnya dalam berpidato di hadapan umum secara langsung. Dalam situasi ini, audiens memang tidak dapat melakukan interupsi terhadap pembicaraan, namun pembicara dapat melihat reaksi pendengar dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka. Beberapa situasi berbicara dapat dikatakan bersifat non interaktif, misalnya berpidato melalui radio atau televisi.

Berikut ini beberapa keterampilan mikro yang harus dimiliki dalam berbicara, dimana pembicara harus dapat;
1)       Mengucapkan bunyi-bunyi yang berbeda secara jelas sehingga pendengar dapat membedakannya.
2)       Menggunakan tekanan dan nada serta intonasu secara jelas dan tepat sehingga pendengar daoat memahami apa yang diucapkan pembicara.
3)       Menggunakan bentuk-bentuk kata, urutan kata, serta pilihan kata yang tepat.
4)       Menggunakan register aau ragam bahasa yang sesuai terhadap situasi komunikasi termasuk sesuai ditinjau dari hubungan antar pembicara dan pendengar.
5)       Berupaya agar kalimat-kalimat utama jelas bagi pendengar.
b.      Tujuan Berbicara
Untuk menginformasi gagasan-gagasan kepada pendengar yang harus ditempatkan sebagai sarana penyampaian sesuatu kepada orang lain.



c.       Permasalah dan Solusi dalam keterampilan berbicara
1.      Kepercayaan diri
a)      Berlatih berbicara di depan cermin
b)      Sering-sering berbicara didepan publik
2.      Pengetahuan
a)      Sering membaca buku untuk menambah pengetahuan kita
b)      Observasi.
3.      Penyampaian/cara menyajikan
a)      Menyaringkan suara agar cara penyampaian kita bisa dicerna
b)      Menggunakan tata bahasa yang mudah dipahami pendengar
c)      Tidak monotoon dalam menyampaikan materi.
4.      Topik/materi
a)      Pemateri hendaknya menyampaikan tema topik yang menarik.
5.      Penguasaan materi
a)      Sebelum pemateri menyampaikan materi, pemateri harus mempersiapkan matang-matang materi yang akan disampaikan.
6.      Situasi dan kondisi
a)      Situasi didalam ruangan akan mempengaruhi pemateri dan sebaiknya pemateri pintar-pintar mengendalikan keadaan dengan cara membuat pendengar tidak jenuh mendengarkan pembicaraan pemateri
b)      Menggunakan candaan agar tidak membuat pendengar bosan.
7.      Penampilan
a)      Menggunakan pakaian rapi agar pendengar merasa nyaman melihat pemateri
b)      Menggunakan parfum
8.      Diksi/pengetahuan bahasa
a)      Memperbanyak kosakata dengan memperbanyak membaca buku atau membaca kamus ilmiah
b)      Mendengarkan radio atau televisi yang menayangkan tentang dialog-dialog formal.

4)      Keterampilan Menulis 
a.      Pengertian menulis
Keterampilan menulis adalah sebuah keterampilan sehingga dapat dilatih sedemikia rupa meningkatkan kemampuan tersebut. Dalam dunia penulisan, pengetian keterampilan menulis seringkali menjadi sesuatu yang biasa sehingga banyak yang tidak memahami pengertian yang sesungguhnya. Hal ini banyak dibuktikan dari kenyataan banyak yang menganggap bahwa menulis itu ditentukan karena bakat.
b.      Tujuan menulis
a)      Untuk memeberikan suatu informasi
b)      Untuk meyakinkan atau mendesak
c)      Untuk menghibur atau menyenangkan
d)     Untuk mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat.
c.       Permasalahan dan Solusi dalam keterampilan menulis
a.  Kebahasaan
a)      Menulis dengan baik dan rapi maksudnya menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh semua pembaca
b)      Memperbanyak kosa kata dengan memperbanyak membaca buku atau kamus ilmiah
c)      Memahami betul tentang apa yang akan kita tulis
d)     Sering berlatih menulis karangan.
b. Motivasi
a)      Adanya dorongan dari orang terdekat
b)      Mempunyai tujuan yang jelas
c)      Menyiapkan Alat tulis (ketika akan membuat ide-ide untuk menulis)
d)     Menjadikan masa lalu sebagai pelajaran
e)      Mencari inspirasi dari tokoh-tokoh hebat seperti presiden soekarno dan lain sebagainya.
c.  Kreativitas
a)      Kerapian dalam menulis dengan mengecek ulang tulisan yang kurang sempurna
b)      Menggunakan bahasa Intelektual atau memakai bahasa yang mampu di mengerti oleh semua kalangan pembaca
c)      Menggunakan animasi dan lain sebagainya.
d.                                                                      Tidak ada ide
a)      Merefresh pikiran
b)      Berpikir sederhana untuk suatu topik  atau  Mengambil topik sederhana
c)      Banyak membaca
d)     Menginspirasi tempat atau mencari tempat yang kondusif untuk menemukan sebuah ide
e)      Motivasi diri anda dengan menentukan tujuan anda.
e.  Faktual
a)      Observasi atau penelitian
b)      Menumbuhkan rasa ingin tahu
c)      Jangan malu akan melontarkan sebuah pertanyaan.
f. Pola pengembangan
Berkaitan dengan tujuan menulis pola pengembangan mempunyai 2 faktor diantaranya adalah:
a)      Tidak tahu arah
1.      Berlatih menulis sedikit demi sedikit
2.      Menentukan Topik
b)      Tidak terbiasa
1)      Motivasi diri anda akan membuat anda merasa selalu kekurangan ilmu
2)      Membiasakan melakukan hal-hal kecil seperti membuat suatu diary atau catatan sahari-hari dan,
3)      Membiasakan mengimajinasikan tulisan anda.
g. Pengetahuan
a)      Membaca dan menyimak agar memiliki pengetahuan yang lebih banyak
b)      Mengamati dan melihat pola susunan dalam karya ilmiah agar tidak kacau dalam penulisan
c)      Bediskusi agar dapat mengembangkan ide-ide
d)     Wawancara dengan memilih topik yang akan di tulis.
h. Kerapian
a)      Membuat kerangka karangan
b)      Mencari info tentang bagaimana cara membuat karya ilmiah baik dari buku atau dari internet
c)      Sering berlatih menulis rapi.

PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dari uraian yang telah dihasilkan tersebut, dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain:
a.       Keterampilan berbahasa Indonesia diberikan, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa.
b.      Keterampilan berbahasa Indonesia mencakup: Keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan keterampilan membaca.
c.       Setiap keterampilan mempunyai permasalahan dalam solusi masing-masing. Seperti permasalahan dalam membaca, menyimak, berbicara dan menulis.
DAFTAR PUSTAKA

Sartika, itha. 2011. http://ithasartika91.blogspot.com/2011/04/jenis-jenis-menyimak-bahasa-indonesia.html. Diunduh pada hari jum’at, 12 oktober 2012 pukul 15.11 WIB
Samosir,faldon.2008.http://www.google.co.id.url.http://faldonsamosir.files.wordpress.com/pengertian      keterampilan-berbicara.doc. Diunduh pada jum’at, 12 oktober 2012 Pukul.12.22 WIB
Tarigan, henry Guntur. 2008. Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa
Tampubolon. 2008. Kemampuan membaca teknik membaca efektif dan efisien. Bandung: Angkasa












Tidak ada komentar:

Posting Komentar