KETERAMPILAN BERBAHASA
Untuk memenuhi tugas mandiri
Mata Kuliah : Bahasa
Indonesia
Dosen pengampu : Indrya Mulyaningsih, M.Pd
NIP : 19760902 2011012009
Disusun Oleh :
Nunung Nurhasanah
(14121130159)
PAI C / Tarbiyah / Semester 1
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SYEKH NURJATI CIREBON
2012
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Keterampilan berbahasa Indonesia diberikan, bertujuan untuk
meningkatkan keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa Indonesia mencakup:
Keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan
keterampilan membaca. Penyajian materi ini di latar belakangi oleh suatu
kenyataan bahwa keterampilan berbahasa sangat penting dalam kehidupan
sehari-hari. Mari perhatikan kehidupan masyarakat. Anggota-anggota masyarakat
saling berhubungan dengan cara berkomunikasi. Komunikasi dapat berupa komunikasi
satu arah, dua arah, dan multi arah. Komunikasi satu arah terjadi ketika
seseorang mengirim pesan kepada orang lain, sedangkan penerima pesan tidak
menanggapi isi pesan tersebut. Misalnya, khotbah jumat dan berita di TV atau
radio. Komunikasi dua arah terjadi ketika pemberi pesan dan penerima pesan
saling menanggapi isi pesan.
Aspek-aspek Keterampilan berbahasa
Sehubungan dengan penggunaan bahasa, terdapat empat
keterampilan dasar berbahasa yaitu, menyimak, berbicara, menulis, dan membaca.
Keempat keterampilan tersebut saling terkait antara yang satu dengan yang lain.
Berikut ini adalah macam-macam hubungan kebahasaan:
1. Hubungan Menyimak dengan Berbicara
Menyimak dan berbicara merupakan
kegiatan komunikasi dua arah yang langsung. Menyimak bersifat reseptif,
sedangkan berbicara bersifat produktif.
2. Hubungan Menyimak dan Membaca
Menyimak dan membaca sama-sama
merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif. Menyimak berkaitan
dengan penggunaan bahasa ragam lisan, sedangkan membaca merupakan aktivitas
berbahasa ragam tulis.
3. Hubungan Membaca dan Berbicara
Sejumlah proyek penelitian telah
memperlihatkan adanya hubungan yang erat diantara perkembangan kecakapan bahwa
kemampuan umum bahasa lisan turut mengikuti suatu latar belakang pengalaman
yang menguntungkan serta keterampilan-keterampilan bagi pengajaran membaca.
Kemampuan-kemampuan ini mencakup ujaran yang jelas dan lancar, kosa kata yang
luas dan beraneka-ragam, pembeda-bedaan
pendengaran yang tepat, dan kemampuan mengikuti perkembangan urutan suatu
cerita atau menghubungkan suatu kejadian dalam urutan yang wajar.
4. Hubungan Membaca dan Menulis
Membaca
dan menulis merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis. Menulis adalah kegiatan
berbahasa yang bersifat produktif, sedangkan membaca adalah kegiatan yang
bersifat reseptif. Seorang penulis menyampaikan gagasan, perasaan, atau
informasi dalam bentuk tulisan. Sebaliknya seorang pembaca mencoba memahami
gagasan, perasaan atau informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan tersebut.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1)
Bagaimana cara
mengetahui dan mempraktikan teknik membaca cepat dengan mendapat pemahaman
sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
2)
Bagaimana cara
mengetahui dan mempraktikan teknik menyimak sesuai dengan kemampuan yang
dimiliki.
3)
Bagaimana cara
mengetahui dan mempraktikan teknik berbicara sesuai dengan kemampuan yang
dimiliki.
4)
Bagaimana cara
mengetahui dan mempraktikan teknik menulis sesuai dengan kemampuan yang
dimiliki.
C.
TUJUAN
KETERAMPILAN BERBAHASA
Tidak lain adalah untuk
memenuhi tugas terstruktur pada mata kuliah Bahasa Indonesia dan juga untuk
menambah wawasan agar kita bisa terampil dalam berbahasa dan berkarya.
D.
JENIS-JENIS
KETERAMPILAN BERBAHASA
Sehubungan dengan penggunaan bahasa,
terdapat empat keterampilan dasar bahasa, yaitu membaca, menyimak, berbicara
dan menulis.
PEMBAHASAN
Jenis-jenis
Keterampilan Berbahasa:
1)
Keterampilan
Membaca
a.
Pengertian
Membaca
Membaca adalah suatu
proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan,
yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis.
b.
Tujuan
membaca
Tujuan
utama membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi,
memahami makna bacaan. Secara umum membaca mempunyai tujuan sebagai berikut:
1.
Mendapatkan
Informasi
2.
Memperoleh
pemahaman
3.
Memperoleh
kesenangan
Sedangkan secara Khusus tujuan membaca
adalah:
1.
Memperoleh
informasi yang faktual
2.
Memperoleh
keterangan tentang sesuatu yang khusus dan problematik
3.
Memberikan
penilaian kritis terhadap karya tulis seseorang
4.
Memperoleh
kenikmatan emosi, dan
5.
Mengisi waktu
luang
c. Aspek-aspek
Membaca
Sebagai
garis besarnya, terdapat dua aspek penting dalam membaca, yaitu:
a.
Keterampilan
yang bersifat mekanis (mechanical skills) yang dapat dianggap berada pada
urutan yang lebih rendah (lower order).
Aspek
ini mencakup:
a)
Pengenalan
bentuk huruf;
b)
Pengenalan unsur-unsur
linguistik (fonem/grafem, kata, frase pola klausa, kalimat, dan lain-lain);
c)
Pengenalan
hubungankorespondensi pola ejaan dan bunyi (kemampuan menyuarakan bahan
tertulis atau “to bark at print”);
d)
Kecepatan
membaca ke taraf lambat.
b.
Keterampilan
yang bersifat pemahaman (comprehension skills) yang dapat dianggap berada pada
urutan yang lebih tinggi (higher order). Aspek ini mencakup:
a)
Memahami
pengertian sederhana (leksikal, gramatikal, retorikal);
b)
Memahami
signifikansi atau makna (a.l maksud dan tujuan pengarang, relevansi/keadaan
kebudayaan, dan reaksi pembaca);
c)
Evaluasi atau
penilaian (isi, bentuk);
d)
Kecepatan
membaca yang fleksibel, yang mudah disesuaikan dengan keadaan.
d. Permasalahan dan
Solusi dalam Keterampilan Membaca
1.
Malas
a)
Memotivasi diri
anda agar tidak terjadi hal seperti ini
b)
Membuat agenda
membaca agar terjadwal
2.
Mengantuk
a)
Sebaiknya tidur
terlebih dahulu sebelum membaca, agar rasa kantuk itu tidak datang
b)
Meminum kopi
agar rasa kantuk itu bisa tercegah.
3.
Konsentrasi
a)
Meminum kopi,
disamping untuk mencegah rasa kantuk, kafein yang terkandung dalam kopi juga
dapat meningkatkan konsentrasi membaca kita
b)
Mendengarkan
instrument musik
c)
Menghindari
keramaian ketika mulai membaca
d)
Mengatur posisi
duduk senyaman mungkin
e)
Istirahat
sejenak jika sudah merasa lelah
f)
Lupakan sejenak
masalah asmara.
4.
Pusing
a)
Mengistirahatkan
otak agar tidak terjadi hal seperti ini
b)
Meminum kopi,
manfaat kafein juga mampu menghilangkan rasa pusing.
5.
Sakit Mata
a)
Memeriksakan ke
dokter
b)
Apabila ada
gangguan mata seperti minus maka memakai lensa atau kaca mata
c)
Senam mata agar
mata lebih segar kembali
6.
Lapar
a)
Makan terlebih
dahulu sebelum melakukan aktifitas membaca.
7.
Jenuh
a)
Memilih tempat
yang kondusif
b)
Berpindah tempat
ketika sudah mulai jenuh.
8.
Sakit Hati
a)
Melupakan
sejenak masalah asmara.
2)
Keterampilan
menyimak
a. Pengertian
Menyimak
Menyimak
adalah proses mendengarkan dengan penuh perhatian. Menyimak adalah suatu proses
kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman,
apresiasi, serta intrepretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau
pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh sang
pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.
b. Tujuan Menyimak
Tujuan
utama dari menyimak adalah menangkap, memahami, dan menghayati pesan, ide,
gagasan yang tersirat dalam bahasa simakan.
Tujuan
khusus menyimak adalah:
1.
Belajar
2.
Menikmati
3.
Mengevaluasi
4.
Mengapresiasi
5.
Meyakinkan
6.
Mencari solusi
c. Permasalah dan
Solusi dalam Keterampilan Menyimak
1)
– Pemahaman
a.
Memperhatikan
pemateri dalam penyampaiannya
b.
Fokus dalam
mengambil (mendengarkan topik inti atau pendengar mencari maksud dan tujuan
pembicara atau pemateri)
c.
Memperhatikan
gaya ujaran pemateri atau pembicara
d.
Menanyakan apa
yang kurang dipahami.
2)
–Konsentrasi
a.
Memposisikan
duduk anda senyaman mungkin
b.
Tidak
mengaktifkan handphone anda ketika kegiatan menyimak berlangsung.
3)
–Kurangnya
Motivasi
a.
Memotivasikan
diri anda dengan sugesti anda kurang pengetahuan sehingga akan muncul rasa
ingin tahu itu dengan kegiatan menyimak tersebut
4)
–Faktor
Pembicara
a.
Tidak memandang
pembicara dari penampilannya namun pandanglah pembicara dari hal keilmuannya.
5)
–Pendengaran
a.
Membersihkan
telinga anda minimal satu minggu satu kali agar telinga tetap bersih dan tidak mengganggu
fungsi pendengaran
b.
Jika telinga
anda benar-benar kurang, maka segera periksakan ke dokter anda.
6)
–Situasi dan
kondisi
a.
Mengkondisikan
diri anda pada kondisi yang tenang agar kegiatan menyimak lancar
b.
Tidak
terpengaruh pada gangguan lingkungan sekitar anda.
7)
–Sikap penyimak
a.
Menghargai
pembicara yang sedang menyampaikan materi
b.
Tidak memandang
pembicara dari penampilan saja.
8)
–Jenis menyimak
1. Menyimak Ekstensif
Menyimak
Ekstensif adalah sejenis kegiatan menyimak yang mengenai hal-hal yang lebih
umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran, tidak perlu di bawah bimbingan
langsung seorang guru. Jenis menyimak ini dapat digunakan bagi dua jenis tujuan
yang berbeda:
a. Untuk menangkap atau mengingat kembali
bahan yang telah dikenal atau diketahui dalam suatu lingkungan baru dengan cara
yang baru
b. Dapat pula memberi kesempatan bagi
para siswa mendengar dan menyimak butir-butir kosakata dan struktur-struktur
yang masih asing atau baru baginya yang terdapat dalam arus ujaran yang berada
di dalam jangkauan dan kapasitasnya untuk menanganinya.
Menyimak jenis ini diantaranya
adalah sebagai berikut:
1) Menyimak sosial/konvensional/sopan
Menyimak
jenis ini biasanya berlangsung dalam situasi sosial. Menyimak social ini berlangsung
dalam beberapa fase yakni menyimak social, sekunder dan estetik
Menyimak
sosial ini juga mencakup dua hal:
1. Menyimak secara sopan santun dan
dengan penuh perhatian terhadap percakapan atau obrolan dalam situasi-situasi
sosial dengan suatu maksud
2. Menyimak serta memahami
peranan-peranan pembicara dan penyimak dalam proses komunikasi tersebut.
2) Menyimak sekunder (secondary
listening)
Menyimak
sekunder adalah sejenis kegiatan menyimak secara kebetulan (casual listening)
dan secara ektensif (extensive listening)
3) Menyimak estetik (aesthetic
listening) atau menyimak Apresiatif.
Menyimak
estetik ini mencakup:
a. Menyimak musik, puisi, pembacaan
bersama atau drama, radio dan rekaman-rekaman.
b. Menikmati cerita, puisi, teka-teki,
gemerincing irama, dan lakon-lakon yang dibacakan atau diceritakan oleh guru,
siswa maupun aktor.
4) Menyimak pasif
Menyimak
pasif adalah penyerapan suatu ujaran tanpa upaya sadar yang biasanya menandai
upaya-upaya kita pada saat belajar dengan kurang teliti, tergesa-gesa,
menghafal luar kepala, berlatih santai, serta menguasai suatu bahasa.
2. Menyimak Intensif
Menyimak
intensif diarahkan pada suatu kegiatan yang jauh lebih diawas, dikontrol
terhadap suatu hal tertentu. Dalam hal ini harus diadakan suatu pembagian
penting sebagai berikut:
a. Menyimak intensif ini terutama
sekali dapat diarahkan pada butir-butir bahwa sebagai bagian dari program
pengajaran bahasa atau
b. Terutama sekali dapat diarahkan pada
pemahaman serta pengertian umum.
Jenis-jenis
menyimak yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah sebagai berikut:
1. Menyimak kritis
Menyimak
kritis adalah sejenis kegiatan menyimak yang berupaya untuk mencari keslahan
atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang
pembicara dengan alasan-alasan yang kuat yang dapat diterima oleh akal sehat.
Berikut
ini 10 usaha menyimak kritis:
1) Memperhatikan ketepatan bahasa
ujaran
2) Menentukan alasan-alasan mengapa
3) Memahami makna petunjuk konteks
4) Membedakan fakta dengan fantasi
5) Menarik kesimpulan
6) Membuat keputusan
7) Menemukan pemecahan masalah
8) Menentukan informasi baru
9) Menginterpretasi ungkapan, idiom,
istilah baru
10) Bertindak objektif dan evaluatik.
Situai-situasi yang menuntut kita
menyimak kritis:
a.
Pidato-pidato politis
b. Pidato-pidato filosofis
c.
Kata-kata memikat dari tukang obral.
Berikut ini merupakan empat konsep
menyimak kritis:
a.
Pembicara mendukung masalah yang dikemukakan
b. Pembicara Mendemontrasikan
keyakinannya
c.
Pembicara Berfikir secara deduktif.
2. Menyimak konsentratif (a study type
listening)
Kegiatan
menyimak yang sejenis dengan telaah. Berikut ini adalah aneka kegiatan menyimak
konsentratif.
a.
Mencari hubungan
b. Mencari informasi
c.
Memperoleh pemahaman
d. Manghayati ide-ide
e.
Memahami urutan ide-ide
f.
Mencatat fakta-fakta
g. Mengikuti petunjuk.
3. Menyimak kreatif (creative
listening)
Menyimak
kreatif adalah sejenis kegiatan dalam menyimak yang dapat mengakibatkan
kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi, penglihatan,
gerakan, serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan atau dirangsang
oleh apa-apa yang disimaknya.
Kegiatan
menyimak kreatif diantaranya:
a.
Mengasosiasikan makna-makna dengan pengalaman menyimak
b. Merekonstruksi imaji-imaji visual
sementara menyimak
c.
Mengadaptasikan imaji dengan pikiran imajinatif dalam karya
d. Memecahkan masalah, memeriksa dan
mengujinya.
4. Menyimak eksplorasif
Menyimak
eksplorasif adalah sejenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan
menyelidiki sesuatu lebih terarah dan lebih sempit. Kegiatan menyimak
eksplorasif ini meliputi:
1) Menemukan hal baru
2) Menemukan Informasi tambahan
3) Menemukan isu menarik.
5. Menyimak interogatif
Menyimak
interogatif adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih
banyak konsentrasi dan seleksi, pemusatan perhatian dan pemilihan butir-butir
dari ujaran sang pembicara karena sang penyimak akan mengajukan sebanyak
pertanyaan.
Dalam
kegiatan menyimak interogatif ini sang penyimak mempersempit serta mengarahkan
perhatiannya pada pemerolehan informasi dengan cara menginterogasi atau
menanyai sang pembicara.
6. Menyimak selektif
Alasan
mengapa kita harus menyimak secara selektif:
1) Kita jarang sekali mendapat
kesempatan untuk berpratisipasi secara sempurna dalam suatu kebudayaan asing
dan oleh karena itu hidup kita yang berisi dan bersegi ganda itu turut
mengganggu kapasitas kita untuk menyerap
2) Kebiasaan-kebiasaan kita kini
cenderung membuat kita menginterpretasikan kembali rangsangan-rangsangan
akustik yang disampaikan oleh telinga kita ke otak kita dan karenanya kita
memperoleh suatu impresi yang dinyatakan dengan tidak sebenarnya terhadap
bahasa asing.
Ciri-ciri
bahasa yang hendaknya disimak selektif:
a.
Nada suara
b.
Bunyi-bunyi asing
c.
Bunyi-bunyi yang bersamaan
d.
Kata dan frasa
e.
Bentuk-bentuk ketatabahasaan.
3)
Keterampilan
berbicara
a. Pengertian berbicara
Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan pendapat atau pikiran
dan perasaan kepada seseorang atau kelompok secara lisan, baik secara
berhadapan ataupun dengan jarak jauh.
Keterampilan berbicara secara garis
besar ada tiga jenis situasi berbicara, yaitu interaktif, semi aktif, dan non interaktif.
Situasi-situasi berbicara interaktif, misalnya percakapan secara tatap muka dan
berbicara lewat telepon yang memungkinkan adanya pergantuan anatara berbicara
dan mendengarkan, dan juga memungkinkan kita meminta klarifikasi, pengulangan
atau kiat dapat memintal lawan berbicara, memperlambat tempo bicara dari lawan
bicara. Kemudian ada pula situasi berbicara yang semi aktif, misalnya dalam
berpidato di hadapan umum secara langsung. Dalam situasi ini, audiens memang
tidak dapat melakukan interupsi terhadap pembicaraan, namun pembicara dapat
melihat reaksi pendengar dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka. Beberapa
situasi berbicara dapat dikatakan bersifat non interaktif, misalnya berpidato
melalui radio atau televisi.
Berikut ini beberapa keterampilan mikro yang harus dimiliki dalam berbicara, dimana pembicara harus dapat;
1)
Mengucapkan bunyi-bunyi yang berbeda secara jelas sehingga
pendengar dapat membedakannya.
2)
Menggunakan tekanan dan nada serta intonasu secara jelas dan
tepat sehingga pendengar daoat memahami apa yang diucapkan pembicara.
3)
Menggunakan bentuk-bentuk kata, urutan kata, serta pilihan
kata yang tepat.
4)
Menggunakan register aau ragam bahasa yang sesuai terhadap
situasi komunikasi termasuk sesuai ditinjau dari hubungan antar pembicara dan
pendengar.
5)
Berupaya agar kalimat-kalimat utama jelas bagi pendengar.
b. Tujuan Berbicara
Untuk
menginformasi gagasan-gagasan kepada pendengar yang harus ditempatkan sebagai
sarana penyampaian sesuatu kepada orang lain.
c. Permasalah dan
Solusi dalam keterampilan berbicara
1.
Kepercayaan diri
a)
Berlatih
berbicara di depan cermin
b)
Sering-sering
berbicara didepan publik
2.
Pengetahuan
a)
Sering membaca
buku untuk menambah pengetahuan kita
b)
Observasi.
3.
Penyampaian/cara
menyajikan
a)
Menyaringkan
suara agar cara penyampaian kita bisa dicerna
b)
Menggunakan tata
bahasa yang mudah dipahami pendengar
c)
Tidak monotoon
dalam menyampaikan materi.
4.
Topik/materi
a)
Pemateri
hendaknya menyampaikan tema topik yang menarik.
5.
Penguasaan
materi
a)
Sebelum pemateri
menyampaikan materi, pemateri harus mempersiapkan matang-matang materi yang
akan disampaikan.
6.
Situasi dan
kondisi
a)
Situasi didalam
ruangan akan mempengaruhi pemateri dan sebaiknya pemateri pintar-pintar
mengendalikan keadaan dengan cara membuat pendengar tidak jenuh mendengarkan
pembicaraan pemateri
b)
Menggunakan
candaan agar tidak membuat pendengar bosan.
7.
Penampilan
a)
Menggunakan
pakaian rapi agar pendengar merasa nyaman melihat pemateri
b)
Menggunakan
parfum
8.
Diksi/pengetahuan
bahasa
a)
Memperbanyak
kosakata dengan memperbanyak membaca buku atau membaca kamus ilmiah
b)
Mendengarkan
radio atau televisi yang menayangkan tentang dialog-dialog formal.
4)
Keterampilan
Menulis
a.
Pengertian menulis
Keterampilan
menulis adalah sebuah keterampilan sehingga dapat dilatih sedemikia rupa
meningkatkan kemampuan tersebut. Dalam dunia penulisan, pengetian keterampilan
menulis seringkali menjadi sesuatu yang biasa sehingga banyak yang tidak
memahami pengertian yang sesungguhnya. Hal ini banyak dibuktikan dari kenyataan
banyak yang menganggap bahwa menulis itu ditentukan karena bakat.
b. Tujuan menulis
a)
Untuk
memeberikan suatu informasi
b)
Untuk meyakinkan
atau mendesak
c)
Untuk menghibur
atau menyenangkan
d)
Untuk
mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat.
c. Permasalahan dan
Solusi dalam keterampilan menulis
a.
Kebahasaan
a)
Menulis dengan
baik dan rapi maksudnya menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh semua
pembaca
b)
Memperbanyak
kosa kata dengan memperbanyak membaca buku atau kamus ilmiah
c)
Memahami betul
tentang apa yang akan kita tulis
d)
Sering berlatih
menulis karangan.
b.
Motivasi
a)
Adanya dorongan
dari orang terdekat
b)
Mempunyai tujuan
yang jelas
c)
Menyiapkan Alat
tulis (ketika akan membuat ide-ide untuk menulis)
d)
Menjadikan masa
lalu sebagai pelajaran
e)
Mencari
inspirasi dari tokoh-tokoh hebat seperti presiden soekarno dan lain sebagainya.
c.
Kreativitas
a)
Kerapian dalam
menulis dengan mengecek ulang tulisan yang kurang sempurna
b)
Menggunakan
bahasa Intelektual atau memakai bahasa yang mampu di mengerti oleh semua
kalangan pembaca
c)
Menggunakan
animasi dan lain sebagainya.
d.
Tidak ada ide
a)
Merefresh
pikiran
b)
Berpikir
sederhana untuk suatu topik atau Mengambil topik sederhana
c)
Banyak membaca
d)
Menginspirasi
tempat atau mencari tempat yang kondusif untuk menemukan sebuah ide
e)
Motivasi diri
anda dengan menentukan tujuan anda.
e.
Faktual
a)
Observasi atau
penelitian
b)
Menumbuhkan rasa
ingin tahu
c)
Jangan malu akan
melontarkan sebuah pertanyaan.
f.
Pola
pengembangan
Berkaitan
dengan tujuan menulis pola pengembangan mempunyai 2 faktor diantaranya adalah:
a)
Tidak tahu arah
1.
Berlatih menulis
sedikit demi sedikit
2.
Menentukan Topik
b)
Tidak terbiasa
1)
Motivasi diri
anda akan membuat anda merasa selalu kekurangan ilmu
2)
Membiasakan
melakukan hal-hal kecil seperti membuat suatu diary atau catatan sahari-hari
dan,
3)
Membiasakan
mengimajinasikan tulisan anda.
g.
Pengetahuan
a)
Membaca dan
menyimak agar memiliki pengetahuan yang lebih banyak
b)
Mengamati dan
melihat pola susunan dalam karya ilmiah agar tidak kacau dalam penulisan
c)
Bediskusi agar
dapat mengembangkan ide-ide
d)
Wawancara dengan
memilih topik yang akan di tulis.
h.
Kerapian
a)
Membuat kerangka
karangan
b)
Mencari info
tentang bagaimana cara membuat karya ilmiah baik dari buku atau dari internet
c)
Sering berlatih
menulis rapi.
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari uraian
yang telah dihasilkan tersebut, dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain:
a.
Keterampilan berbahasa Indonesia diberikan, bertujuan untuk
meningkatkan keterampilan berbahasa.
b.
Keterampilan berbahasa Indonesia mencakup: Keterampilan
menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan keterampilan
membaca.
c.
Setiap keterampilan mempunyai permasalahan dalam solusi
masing-masing. Seperti permasalahan dalam membaca, menyimak, berbicara dan
menulis.
DAFTAR
PUSTAKA
Sartika, itha. 2011. http://ithasartika91.blogspot.com/2011/04/jenis-jenis-menyimak-bahasa-indonesia.html.
Diunduh pada hari jum’at, 12 oktober 2012 pukul 15.11 WIB
Samosir,faldon.2008.http://www.google.co.id.url.http://faldonsamosir.files.wordpress.com/pengertian keterampilan-berbicara.doc. Diunduh pada
jum’at, 12 oktober 2012 Pukul.12.22 WIB
Tarigan, henry Guntur. 2008. Membaca sebagai suatu keterampilan
berbahasa. Bandung: Angkasa
Tampubolon. 2008. Kemampuan membaca teknik membaca efektif dan efisien. Bandung:
Angkasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar